oleh

Aneh Tapi Nyata ! Proses Tender 102 Hari, Pelaksanaan Pekerjaan Tersisa 24 Hari, Apakah Sebenarnya Terjadi..?

SUNGAIPENUH – Aneh tapi nyata ! Proses tender  Proyek Taman Tugu 17 Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Sungai Penuh membutuhkan waktu lebih dari 100 hari. Ini berbanding terbalik dengan waktu pelaksanaan yang hanya tersisa 24 hari.

Itupun dengan catatan, apabila ada sanggahan dari perusahaan yang kalah tender, waktu pelaksanaan bisa berkurang menjadi 14 hari. Padahal, nilai proyek yang dikerjakan berlokasi di area Gedung Nasional Sungai Penuh tersebut sebesar Rp. 1,7 milyar. 

Berdasarkan data LPSE Kota Sungai Penuh, tender proyek tersebut berlangsung sebanyak 2 kali.

Pengerjaan proyek ini menjadi pertanyaan banyak orang dan juga para pemerhati pembangunan kota sungai penuh dan kabupaten kerinci yakni kalangan Aktivis mempertanyakan soal tender dan pemenang proyek tugu ini,

Baca Juga:  Potret Eja, Wartawan yang Memutuskan Mengabdi Sebagai Kades. Demi Kampung Halaman

Pasalnya pengumuman pemenang belum ada tapi kenapa berani kontraktor melakukan pematokan dan pemberisahan lokasi proyek, ini perlu ditelusuri dan diusut apakah ada permainan curang dalam proses tender yang nantinya pasti berimbas pada kualitas dari hasil kerja dan merugikan negara.

Media wartacika.id berusaha konfirmasi masalah ini Ke Perkim Kota Sungai Penuh PPK, sesampai kami pewarta di kantor, namun kami tidak bisa menemui atau tidak bertemu dengan yang berwenang atas hal ini yakni PPK, hal yang sama juga konfirmasi ke ULP kota sungai penuh kami pewarta tidak menemukan adanya pegawai di ruangan kantor. 

Sudah beberapa kali mencoba untuk bisa meminta penjelasan ke pihak dinas yang berkaitan dengan pelaksanaan tender proyek tugu 17 kota sungai penuh lagi-lagi kami tidak bisa untuk menemui terkesan mengelak dari awak media.

Baca Juga:  Jalin Kebersamaan, Kapolres Sarolangun Silaturahmi dengan Awak Media

Hingga berita ini diterbitkan kami belum bisa menemui petugas yang berwenang berhubungan dengan pekerjaan taman tugu ini..

Untuk permasalahan ini kami akan tetap melakukan penelusuran dan investigasi ke akar permasalahan **(Red/km)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT