oleh

Indra Ketua LSM Petisi Sakti Minta Penerima dan Pemasok Solar  Ilegal Diduga Ke PLTA PT. KMH Harus Diproses Hukum

Wartacika.id-Jambi, Adanya dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bio solar yang terjadi menarik perhatian aktivis dan masyarakat, para aktivis menegaskan siapapun pihak yang melindungi bisnis ilegal sebaiknya diproses hukum. Termasuk jika ada oknum aparat kepolisian, yang diduga mencoba bermain di arena bisnis ilegal tersebut harus diproses hukum dengan tegas.

Segera tangkap dan adili jangan takut. Maraknya dugaan penyalahgunaan solar industri tersebut terjadi di wilayah Jambi dan diduga disuplai ke PLTA Melalui PT. KERINCI MERANGIN HIDRO (KMH) dan sekitarnya. Oleh karena itu para aktivis meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yakni Kapolda Jambi, untuk segera turun tangan mengusut dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar  yang terjadi bertahun diduga di supply ke PLTA Kerinci Melalui PT. KMH.

Baca Juga:  BPKAD Sarolangun Harapkan Penyaluran Dana Desa Tahun 2023 Sesuai Dengan Juklak Dan Juknis

Informasi yang kita dapatkan dan keterangan yang kita dapat langsung dari supply bahwa ada tiga perusahaan yang diduga memasok BBM Bio solar Industri ilegal ke PT. KMH ini salah satunya PT. Gajah Mada Perkasa dan dua PT lainya yang rutin dengan intensitas minimal 50.000 liter per minggu ke PT. Kerinci Merangin Hidro, penjualan dibawah harga Het yang ditentukan oleh Pertamina, dari keterangan yng didapa dijual Rp. 15.000/ liter ke PLTA Kerinci, sedangkan harga het bio solar industri yang ditetapkan pertamina sebesar Rp. 20.100. Dalam hal ini sudah jelas bisnis ilegal  ini menyalahai aturan dan juga  merugikan negara.

Dari hasil wawancara dengan salah satu pemasok BBM ilegal ke PT.KMH ini mengakui bahwa tiga supply yang bekerjasama dengan PLTA PT. KMH ini semuanya adalah diduga  minyak ilegal dimana diambil dari mafia minyak di daerah Jambi, lau di masukkan ke PLTA Kerinci dengan Harga Jual Rp. 15.000/ liter. Dan setiap liter diduga ada jatah fee orang dalam PT. KMH, kegiatan ini telah berjalan selama tiga ( 3 ) tahun.

Baca Juga:  Bupati Kerinci Buka Penyuluhan dan Sosialisasi PTSL Tahun 2020

Saat dikonfirmasikan ke pihak PLTA Humas PT. KMH Aslori masalah penerimaan minyak solar industri  ilegal ini, terkesan santai dan cuek dengan jawaban ringan saja, dengan mengatakan kami sudah punya izin. Ungkap Aslori saat dikonfirmasi.

“Jika benar ada bisnis gelap penjualan solar subsidi secara ilegal ke Industri di wilayah Kerinci Jambi dan sekitarnya ke PLTA PT. KMH maka saya harap segera bongkar jaringan itu. Tidak ada alasan membiarkan hal seperti itu terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan terjadi di tengah tengah masyarakat karena ini jelas kegiatan ilegal yang merugikan negara. Kata Indra Ketua LSM Petisi Sakti.

Solar yang dibeli lalu ditimbun kemudian dijual ke industri, diduga masih marak. Bahkan, terkesan semakin berani. Ulah sejumlah pengusaha yang terkesan cuek dengan sorotan publik itu. 

Baca Juga:  Pemkab Kerinci dan Pemkab Tebo Berolahraga Bersama

Para “pemain” BBM ini biasanya lebih dulu menampung solar subsidi. Setelah jumlahnya banyak, barulah di jual ke industri. Selisih harga antara solar subsidi dengan solar industri menjadi iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Keuntungan dari hasil dari penjualan itu kemudian dibagi kepada mereka yang dianggap berperan dalam memuluskan aksi penjualan solar subsidi tersebut. Ungkap Indra Ketua LSM Petisi Sakti .(Red/HW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *