oleh

Kadis DPPKB PPA Kabupaten Kerinci HERJOS NELDI Akan Dilaporkan Ke Pihak Hukum Dugaan Korupsi TA.2022  

Wartacika.id Kerinci – Herjos Neldi Kadis DPPKB PPA Kabupaten Kerinci akan dilaporkan oleh aktivis kerinci sungai penuh ke KeJaksaan Tinggi Jambi atas dugaan Penyimpangan Anggaran Tindak Pidana Korupsi Dinas Pengendalian Penduduk,

Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kerinci TA.2022 diketahui menurut DPA Jumlah Anggaran keseluruhan sebesar Rp.5.051.267.680, yang diduga kuat merugikan keuangan Negara Sebesar Rp.2.8 Miliar Yang diduga Kuat dilakukan oleh Drs. H. Herjos Neldi selaku Kepala Dinas.

Sehubungan dengan fakta dan informasi yang berkembang ditengah masyarakat 

Kabupaten Kerinci tentang adanya dugaan penyimpangan anggaran pada T.A 2022 yang terjadi pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Kami mengetahui bahwa di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, penyimpangan terjadi pada belanja Operasional, belanja barang dan jasa, belanja barang habis pakai dan belanja bahan – bahan lainnya jelas pelapor Agustia Gafar, SH

Baca Juga:  Pekan Ini PB Pers Ditantang PB PDAM Tirta Khayangan

Lanjut Agustia Gafar, SH mengatakan perihal tersebut pada penggunaan dan penyaluran anggaran yang kami duga terjadinya manipulasi data dan penyaluran yang tidak tepat sasaran sehingga kami menduga kuat surat pertanggung jawaban (SPJ) Fiktif Yang dibuat hanya untuk memenuhi syarat atau formalitas laporan pertanggung jawaban saja, tentunya hal tersebut adalah perbuatan melawan kukum dan merugikan Negara.

Jika dilihat dari anggaran keseluruhan yang berjumlah Rp.5.051.267.680. terbilang (LIMA MILYAR LIMA PULUH SATU JUTA DUA RATUS ENAM PULUH TUJUH RIBU ENAM RATUS DELAPAN PULUH RUPIAH) dari dokumen pelaksanaan anggaran dan surat pertanggung jawaban maka dapat disimpulkan dugaan kuat kerugian Negara sebesar Rp. 2.800.000.000. Terbilang (DUA MILYAR DELAPAN RATUS JUTA RUPIAH). Dari jumlah keseluruhan dengan kerugian Negara tentunya angka yang sangat fantastis sehingga menjadi keresahan bagi kami pelapor dan masyarakat maka kami menegaskan ini harus diselesaikan dengan hukum yang seadil-adilnya dan seberat beratnya. Ucap pelapor Agustia Gafar, SH

Baca Juga:  Program Walikota Terganjal, Lokasi TPS3R Ditolak Warga

Adapun Alat Bukti Yang Kami Lampirkan Sebagai Berikut:

  1. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 
  2. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) 

Dua Alat Bukti Tersebut Adalah Petunjuk Nyata Terjadinya Penyimpangan Anggaran Yang Menyebabkan Kerugian Negara Dan Melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

Dalam Hal ini adapun TERLAPOR

a.n Drs. H. HERJOS NELDI Selaku Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kerinci,

Alasan Laporan kami :

Adapun Alasan Laporan Kami Adalah Sebagai Berikut:

  1. Dugaan Penyimpangan Anggaran Tindak Pidana Korupsi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Kerinci TA.2022 Jumlah Anggaran Keseluruhan Sebesar Rp.5.051.267.680, Yang Diduga Kuat Merugikan Keuangan Negara Sebesar Rp.2.8 Miliar Yang Diduga Kuat Dilakukan Oleh Drs. H. Herjos Neldi Selaku Kepala Dinas.
  2. Kasus Dugaan DPA Fiktif Dan SPJ FIKTIF 
  3. Kasus Dugaan Kegiatan Yang Diduga Fiktif.
Baca Juga:  Babak Baru : Kasus Ahmadi Zubir, Khalik Munawar, Alpian, Rucita Cs Pelapor Tembuskan Ke Mabes Polri Minta Ambil Alih

Saat kikomfirmasi via WA dan Telpon Kadia DPPKA PPA Herjos Neldi tidak menjawab atau membalas terkesan diam, Chat masuk dilihat namun tidak dibalas, begitu juga telpon Via WA masuk berdering juga tidak di jawab pada hari jum’at 17/5/2024 pukul 13.39  wib dan telpon 14.52 wib.

Atas alasan inilah kami melaporkan Kepala Dinas DPPKB PPA Kabupaten Kerinci HERJOS NELDI untuk bisa dipertanggungjawabkan dan mendapat kepastian hukum atas dugaan yang kami laporkan, terang Agustia Gafar. ( Red/)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *