oleh

Ketua LSM Tamperak  bantah atas berita yang di relis media satukumando. Com , di duga ada orang ketiga di belakang Razak.

-Berita-556 Pembaca

Sarolangun Warta Cika-  Menanggapi berita yang telah di tulis oleh media satu komando. Yang di relis oleh wartawan najasri, sekali Gus sebagai ketua LSM jpkp Hal ini langsung di bantah Ketua lembaga swadaya masyarakat Tameng perjuangan rakyat anti korupsi ( LSM-TAMPERAK ) DPD kabupaten Sarolangun Yang biasa di panggil Wo Rozi.

Wo Rozi menjelaskan” Berita tersebut adalah berupa cerpen, karangan yang di buat oleh saudara Razak Yang di duga ada orang ke tiga di belakang nya, Berita Yang sudah di tayangkan tersebut tidak relevan dan tidak berimbang, ini hanya penyampaian dari salah seorang wali murid yang juga selaku pengurus komite Dan Juga anggota LSM  bidik kasus, Sekaligus beliau berprofesi sebagai tukang cukur rambut di pasar batang asai yang di Duga memiliki dendam pribadi terhadap kepala sekolah SMP 14..yaitu bapak. Drs.yaminto” Jelas Wo Rozi.

Baca Juga:  Diduga Ada Maling Teroganisir Di PUPR Kabupaten Kerinci

Wo Rozi Menambahkan”Membuat berita itu ada aturan nya harus memenuhi unsur, Jangan seperti lelucon Yang membuat orang tertawa.

“Dalam menyajikan berita, Wartawan tidak cukup hanya berpijak pada satu Nara sumber saja, Meski Nara sumber di akui kredibilitas dan akuratnya Agar menarik Pembaca Semua wajib di pertanyakan kalau sudah mengarah ke Intansi yang di Tuju Seperti SMP 14″ Terang Rozi

Ada etika pers yang harus kita junjung berita yang di buat harus kita interviu, Walaupun Itu pahit, kita harus profesional”Kata si Rozi .

Terkait masalah pemberitaan dana PIP SMP 14 sarolangun,,menurut keterangan  dari ketua komite Arpai ketika di kunjungi  ke kediamanya oleh wartawan dan di dampingi oleh LSM Tamperak. Beliau Mengatakan” bahwa pada intinya masalah ini bukanya masalah dana PIP, Ini adalah masalah pribadi antara Razak selaku wali murid kls 9 Dengan kepala sekolah  pak yaminto, Ini pun ada pengakuan saudara Razak ketika berbicara dengan ketua komite. Karna anaknya di suruh mengambil pasir atau koral sebagai hukuman di sekolah, Karna anaknya sering bolos Dan jarang masuk sekolah .”Kata ketua komite. Arpai.

Baca Juga:  Wako Ahmadi Lantik Direktur Perumda Tirta Khayangan. 

Ada dua orang perwakilan dari orang tua wali murid, Yang tidak Mau di tulis  namanya Juga menjelaskan yang sama” Bahwa tidak ada yang namanya pemotongan dana PIP. Yang ada adalah kami memberi dengan ikhlas. Untuk bapak kepala sekolah, Karna beliau yang mengurusnya, Kalau kami yang langsung mengurusnya sudah jelas memakan waktu dan menelan dana yang tidak sedikit. Lebih baik kami serahkan saja bapak kepala sekolah.”Katanya.

Dalam penjelasannya , kepala sekolah SMP 14 Sarolangun dengan nada yang  sedih beliau menyampaikan”  Masalah ini sudah saya serahkan dengan ketua dan pengurus komite serta wali murid dan saya kurasakan kepada  LSM Tamperak  Sarolangun Saya tidak bisa berbuat apa apa lagi. Istri saya juga merasa tertekan dengan adanya peristiwa yang memalukan kami ini . Hanya kepada Tuhanlah kami berserah diri  karena kami takut. Karma itu pasti ada.”Jelas Nya.(Gun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *