oleh

Ketum Geransi: Paket Sungai Dedap – Danau Tinggi 3M, Diduga Kuat Milik Deki Almitas, Benarkah?

KERINCI-Jambi, “Kerinci Lebih Baik dan Berkeadilan” itulah slogan atau tagline pasangan Adi-Ami pada pilkada tahun 2018 yang lalu, slogan ini dirasa oleh sebagian kalangan memang sangat cocok terhadap karakter Adi-Ami selama kepemimpinanya beberapa tahun belakangan ini.

Namun dibalik tagline atau slogan yang hebat tersebut, terdapat oknum orang dekat ataupun tim sukses Adi-Ami yang memanfaatkan momen seperti ini demi kepenting individualitas belaka, bahkan carut-marutnya yang terlanjur menjadi konsumsi masyarakat terkait mafia tender tidak membuat Bupati Kerinci berbenah diri, lalu bagaimana mungkin Kabupaten Kerinci mendapat penghargaan WTP?, apakah WTP pesanan? entahlah, sampai saat ini hal itu masih menjadi misteri suramnya pengelolaan birokrasi di Kabupaten yang berjuluk ‘Sekepal Tanah Dari Surga” ini.

Baca Juga:  Sekda Munasri Pimpin Upacara Peringati Hari HAB ke 74

Sebut saja Almi Yanri, Diki Almitas, Osra Yandi, Hermidizal, Pilip, Romuladi, Wilmen dan Yuldi Herman alias Bujang Hitam itulah aktor yang diduga keras ikut memainkan perannya masing – masing selaku pengatur atau penerima “fee” dari sejumlah rekanan untuk memuluskan jalan guna mendapatkan paket proyek yang ada di Kabupaten Kerinci.

Apalagi seorang yang bernama Diki Almitas, sangat dan amat erat hubungannya dengan Almi Yanri, secara jabatan seorang Almi Yanri bisa saja dan sangat gampang dalam meloloskan paket untuk Diki Almitas, dan menurut sumber yang dapat dipercaya ada delapan perusahaan milik Diki Almitas yang akan dimenangkan oleh Almi Yanri, Seorang Diki Almitas sudah dikenal banyak oleh masyarakat dan Kontraktor kelas menengah hingga kelas kakap, sehingga LSM GERANSI menyebut Diki Almitas dengan sebutan Mr. DA, begitu juga pada saat pekerjaannya.

Baca Juga:  Pemkab Kerinci Bantu Palayati Pengidap Tumor Ganas Serta Pendamping Pasien Juga Diberikan Bantuan

Menurut keterangan Arya Candra Ketua Umum LSM GERANSI saat dihubungi oleh awak media Wartacika.id menjelaskan secara detail tentang dugaan permainan licik Diki Almitas selama ini.

“Material yang dipakai adalah material yang ada di lokasi Galian-C yang tidak mempunyai legalitas dan kelengkapan administrasi yang seharusnya, alias Galian-C bodong atau tanpa ada izin resmi, dan didapatkan informasi yang cukup valid dari salah satu sopir yang pernah bekerja di lokasi pekerjaan milik Diki Almitas bahwa pada saat pengambilan material, material yang digunakan tersebut bersumber dari Galian-C material setempat” pungkas Arya.(Tim)

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT