oleh

Resahkan Masyarakat Galian C Pungut Mudik Resmi Dilaporkan

-Hukum-302 Pembaca

 

Wartacika.id, KERINCI, – Kisruh Galian C yang berlokasi di Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, akhirnya menemui babak baru.

Melalui Wasekjen LSM-GERANSI Sdr.Dopi Eldi yang juga merupakan putra daerah setempat resmi melaporkan pemilik Galian C ke Polres Kerinci, Laporan itu diterima langsung oleh Kasium Polres Kerinci Ipda Zukasi, dengan nomor surat 036/DPP/LSM-GERANSI/S-L/VII/2020.

“Galian C yang meresahkan masyarakat hari ini sudah kami laporkan ke Polres, kami berharap proses hukum berjalan dengan baik, agar nanti bukan hanya pemilik dan pengelola saja yang di proses, tapi kami berharap penyidik juga dapat mengungkap siapa penyandang dana, pemilik alat berat, bahkan oknum yang sudah menerima aliran dana agar penegekan hukum tidak terkesan tebang pilih” ungkap nya.

Baca Juga:  Kasus Pungutan PAI Berlanjut Ke Pihak Hukum

Beberapa hari sebelum nya, LSM GERANSI telah melakukan tindakan berupa Survey Lapangan dan Investigasi untuk memastikan keberadaan Galian C tersebut dan mendapati pemilik sekaligus pengelola atas nama EFALDI,SE yang saat itu sedang berada di lokasi.

Setelah dilakukan kajian oleh LSM GERANSI, maka disimpulkan bahwa ada satu titik Galian C yang berada di hulu Sungai Pungut Mudik yang keberadaan dan kegiatannya sangat meresahkan masyarakat, itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang bersedia membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan warga terhadap aktifitas Galian C tersebut.

Berdasarkan kesepakatan bersama warga dan atas kepedulian yang besar LSM-GERANSI terhadap kelangsungan ekosistem sungai dan kelestarian alam apalagi tiga Desa Pungut termasuk zona rawan bencana, maka LSM GERANSI melalui Wasekjen Sdr.Dopi Eldi di dampingi Sekjen Khumaini,SP akan berupaya semaksimal mungkin mengawal penegakan hukum dengan selalu melakukan koordinasi dengan warga setempat, teman-teman sesama aktifis dan media.

Baca Juga:  Dari Panwascam se Kota Sungai Penuh yang Dilantik, Terindikasi Ada ‘Titipan’ Komisioner dan Ormas

Saat ditemui awak media Wartapos di kediamanya Sekjen LSM-GERANSI Khumaini,SP berharap pihak Kepolisian harus benar – benar serius mengusut hal – hal yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan hidup apalagi Galian C tak berizin yang menggunakan alat berat jenis Escavator ini, karena sudah jelas bertentangan dengan UU Nomor 32 Tahun 2020 perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 1999 yang ancaman pidananya di atas 5(lima) tahun.

“Konsen kami sekarang adalah bagaimana agar aktifitas Galian C dihentikan, kemudian selanjutnya agar pemilik dapat mempertanggung jawabkan perbuatan nya, dan dalam waktu dekat kami juga akan menyurati Kadis LH, Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Kerinci terkait hal ini”, pungkasnya.(Tim)

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT