oleh

Kapolres minta aktivitas PETI di hentikan Karena Membahayakan Dan Berdampak Buruk pada Lingkungan

 

WARTACIKA.ID  TEBO – Jajaran Polres Tebo jambi hingga saat ini terus dan gencar menertibkan penambangan emas tanpa izin di wilayah tebo jambi.

Penertiban  Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) ini terus dilakukan mengingat sering nya memakan korban jiwa dan berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan merusak ekosistem dan habitat makhluk hidup.

Kapolres Tebo AKBP Gunawan Tri Laksono.SIK menjelaskan, jika pihaknya terus berupaya menertibkan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan tersebut.

Lebih Jauh lagi Gunawan menyampaikan , pantauan dan pendataan pihaknya, awalnya aktivitas PETI ditemukan hampir di setiap kecamatan di wilayah Tebo. Setelah dilakukan sosialisasi dan himbauan, aktivitas terlarang tersebut saat sudah jauh berkurang. 

“Alhamdulillah, dengan himbauan dan sosialisasi yang dilakukan tim gabungan TNI-Polri dan Pemkab Tebo, aktivitas PETI saat ini sudah jauh berkurang. Yang masih beraktivitas itu, mereka curi-curi (diam-diam), ” kata dia. 

Sebelumnya pada hari minggu ( 11/04/2021 ) sekitar jam 13.15wib  di  Lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin kembali memakan korban jiwa , seorang warga muara tabun,kecamatan VII Koto  berinisial ZN (55) pekerja PETI tewas  tertimbun tanah di lokasi lobang galian PETI di Desa Muara Niro Kecamatan VII Koto.

“Ya Korbannya kali ini seorang  warga Desa Muara Tabun, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi”ucap kapolres.

Atas insiden ini, Kapolres Tebo mengimbau kepada masyarakat agar menghentikan aktivas PETI dan sadar karena yang dilakukan itu salah sebab merusak lingkungan dan berdampak buruk pada ekosistem.

“Kita harapkan masyarakat sadar kalau yang dilakukannya itu salah karena merusak lingkungan”ujar nya.

Ditanya apakah Polres Tebo bakal menggelar razia gabungan terkait aktivitas PETI yang saat ininmasih dinlakukan oleh warga meski diam diam , Kapolres berkata, “Kita lihat dengan situasi yang ada. Kemarin baru kita lakukan razia gabungan di wilayah Rimbo Bujang,” pungkasnya. (Yas) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT