oleh

Pelaku Pembunuhan Dilahan PETI Sungai Sipa Lubuk Bedorong Sarolangun Di Tangkap Polisi

WARTACIKA.ID, SAROLANGUN – Candra (26) Warga Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun Ditangkap Kepolisian Polres Sarolangun, Sabtu (24/04/2021).

Candra (26) Ditangkap Polisi akibat telah melakukan Pembunuhan terhadap Dahlan (45) Warga Dusun Tinggi, Desa Meribung, Kecamatan Limun di lokasi PETI Sungai Sipa, Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun gara-gara merebut lahan tempat lokasi PETI di Sungai Sipa.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono S.IK., M.T.C.P., C.F.E., melaui Kasat Reskrim IPTU Rendie Rienaldy menjelaskan Pada hari Rabu 21 April 2021, Sekira pukul 16:30 Wib saksi atas nama Arlis dan korban sedang berada di Sungai Sipa Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun dan tidak lama kemudian Suarni memanggil saksi Arlis “BANG BANG ” Kemudian saksi Arlis menghampiri saksi Suarni dan pada saat itu saksi Arlis melihat korban sudah terbaring di tanah dengan berlumuran darah, “Kata Kasat Reskrim IPTU Rendie Rienaldy.

Baca Juga:  Tabrakan di jalur lintas jambi,Mobil Masuk jurang 

Setelah itu saksi arlis membawa korban ke rumah saudara Aris di Desa Pancakarya menggunakan kretek (perahu) dan pada saat itu korban masih dalam keadaan sadar dan mengatakan bahwa yang melakukan penikaman terhadap dirinya adalah Candra (26) dan pada saat di perjalanan menuju desa Pancakarya kecamatan Limun korban meninggal dunia, “Terangnya.

Setelah mendapatkan Laporan Polisi Nomor : LP/B-36/IV/2021/JMB/RES SRL/RES SRL, Pada hari Sabtu 24 April 2021 sekira pukul 17:00 Wib Unit Reskrim Polres Sarolangun dan Unit Reskrim Polsek Limun serta di bantu dengan keluarga tersangka telah mengamankan Tersangka Candra (26) serta  barang bukti berupa 1 Kain Panjang Warna hitan motif bunga warna coklat, 1 Celana warna hitam dan 1 Baju Kaos warna Putih, “Jelasnya.

Baca Juga:  DWP Peringati HUT ke 20, Munasri : Dukung dan Beri Semangat Suami Dalam Bertugas

Atas Perbuatannya, tersangka tersebut dikenakan pasal Pasal 338 Jo 351 ayat (3) KUHPidana tentang “Pembunuhan atau penganiyaan yang mengakibatkan mati” dengan ancaman 15 Tahun Penjara, “Ungkapnya.**(Egun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT