oleh

Pencabulan Gadis Dibawah Umur Diduga Dilakukan D Anak Kades Kubang Agung Berakhir Dengan Pernikahan

Wartacika.id Kerinci – Masalah Dugaan Pencabulan Yang dilakukan oleh D anak Kandung Kades Kubang Agung terhadap warganya Gadis dibawah umur, kabarnya telah selesai dengan perdamaian secara kekeluargaan yakni pernikahan.

Kasus pencabulan yang diduga dilakukan  oleh D anak kandung Kades Kubang agung terhadap N gadis Desa warga Kubang agung sempat viral di media online hingga sempat dilaporkan ke Polres Kerinci oleh korban didampingi oleh beberapa orang aktivis kerinci dan awak media.

Kasus pemcabulan yang diduga dilakukan D pada bulan puasa 1441 H ini menyita banyak perhatian masyarakat, hingga pengacara kondang Hasan Basri, SH.MH yang bersedia menjadi Pendamping Hukum korban Secara sukarela demi tercapainya keadilan bagi korban.

Dengan beredarnya Pemberitaan dan mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, maka pihak dari D diduga pelaku ini, meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan berjanji untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh D anak Kades Kubang Agung.

Dengan dilakukannya perundingan secara kekeluargaan maka kini dikabarkan sudah berdamai juga sudah dinikahkan dengan D diduga pelaku anak Kades Kubang Agung, perundingan dan pernikahan dilangsungkan dirumah orang tua N korban dimana dihadiri oleh pihak keluarga Kades Kubang Agung dan juga keluarga korban sebagai bentuk perdamaian dan tanggung jawab atas perbuatan D terhadap N.

Seperti yang dijelaskan oleh Oleh Kades Kubang Agung  (SPL) orangtua D  saat dikonfirmasi oleh media wartacika.id via WhatsApp.

” Alhamdulillah sudah selesai dengan perdamaian secara kekeluargaan ” ungkap SPL Kades Kubang Agung

Demikian juga dijelaskan oleh Korban N via massanger bahwa mengatakan sudah dinikahkan dengan D dirumah orang tua N korban secara sah dan saat ini hanya menunggu surat nikah selesai.

” Kami sudah nikah dan pakai surat, dan  saat ini menunggu surat nikah selesai” terang korban via massanger

Menanggapi hal ini Aktivis LSM – Geransi turut berkomentar, ” bahwa perdamaian secara kekeluargan ini seharusnya dilakukan sejak lama sehingga hal ini tidak meluas hingga pelaporan ke pihak Polres kerinci, andaikan pihak D diduga pelaku memiliki niat baik dan merasa bertanggung jawab pasti dilakukan sejak awal awal kejadian, bukan menyalahkan korban dan menuduh korban yang tidak sepantasnya.

Baca Juga:  LSM Geransi, Minta Laporan Dugaan Pungli Di Kemenag Kerinci Segera Diproses Demi Kepastian Hukum

Saya menduga perdamaian ini terpaksa dilakukan hanya untuk menghindari jeratan hukum, kasus pencabulan anak dibawah umur ini termasuk kejahatan sangat berat dan hukumannyapun minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,  karena sama sama kita ketahui pengakuan dari korban bahwa pihak D (diduga pelaku) mengelak untuk menikah, karena D ingin ikut tes TNI, kalau seandainya menikah maka D dipastikan tidak bisa mengikuti selekasi Tes TTNI. Saat ini perdamaian dan penikahan sudah dilangsungka,  mari kita sama sama Do’akan dan kita harapkan pernihakan ini bisa langgeng dan D benar benar bertanggung jawab sebagai seorang suami, memperlakukan N korban sebagi seorang  istri yang dicintainya.” Ungkap Aktivis LSM-Geransi

Penulis : Fahmil Hadi

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT